Ayat 1. Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk menyampaikan kepada para sahabat tentang jin yang beriman kepada Allah. Keimanan jin itu mengandung arti: bahwa Nabi Muhammad adalah rasul bagi umat manusia dan juga bagi jin, sebagaimana juga diungkapkan dalam ayat yang lain. bahwa jin mendengar dan mengerti bahasa manusia
Tafsir Surat Al-Jinn: 8-10 Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).
13. فَمَن يُؤْمِنۢ بِرَبِّهِۦ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَلَا رَهَقًا (Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan) Makna (البخس) yakni pengurangan. Sedangkan (الرهق) yakni kezaliman.
Al-Jin: 8-9) Ayat ini adalah dalil bahwa yang dipakai melempar jin pencuri berita bukanlah bintang itu sendiri, akan tetapi percikan api dari bintang tersebut. Karena sebagian ulama mengatakan bahwa percikan dari bintang tersebut terlepas untuk melempar jin-jin yang hendak mencuri berita di langit.
Hcp2Gpi.